LIKE FANSPAGE KAMI

Kisah Sukses Pengusaha Pendiri Hyundai Lahir Dari Keluarga Petani

Baca Juga

Kisah Sukses Pendiri Hyundai - Chung Ju-Yung, Tahun (1915-2001) ia adalah seorang anak petani dengan kehidupan sederhana serta pas-pasan. Tidak ada yang menyangka, meskipun lahir dari keluarga yang sederhana serta pas-pasan Chung Ju -Yung mampu mendirikan kerajaan bisnisnya yang sekarang telah mendunia dan dikenal banyak orang.

Meskipun lahir dari keluarga yang pas-pasan Chung adalah seorang anak yang cerdas dan giat bekerja. Dia bukan tipe anak pemalas, pekerjaan apapun selalu ia tekuni tanpa banyak mengeluh tentang kesulitan yang ia hadapi. Ayah dan ibunya adalah petani yang sangat giat bekerja mulai pagi buta hingga menjelang malam.

Chung Ju-Yung

Sebagai anak sulung, Chung adalah anak yang diandalkan oleh orang tuanya untuk membantu merawat 7 adiknya. Sama seperti ayahnya sebagai putra sulung, karena memilliki tanggung jawab yang besar sebagai putra sulung, ayah chung menggembleng chung untuk menjadi pemuda yang kuat dan hebat dalam bertani.

Setiap hari di pagi buta chung dibangunkan oleh ayahnya, di pagi yang dingin udara yang masih sejuk alami chung berjalan kaki sejauh 8 Km untuk menuju ladang tempat ia bekerja bersama orang tuanya. Sesampainya di ladang chung bekerja hingga siang untuk beristirahat dan baru pulang hingga sore hari.

Selain membantu ayahnya mengurus ladang, ia juga masih sempat bersekolah. Meskipun terasa berat karena membagi waktu antara kerja dan sekolah Chung mampu menyelesaikan belajarnya hingga tamat SD. Chung lulus SD pada tahun 1931.

Setiap kali bekerja keras diladang Chung selalu bertanya dalam hati. Apakah ia akan selalu bekerja seperti ini dengan hasil yang tidak seberapa ? ataukah ia harus kerja menjadi seorang kuli bangunan dengan bayaran yang lebih besar.

Awal Mula Mimpi Chung Ju-Yung

Koran Dong-a, melalui koran tersebut yang Chung Ju Yung baca saat ia mengunjungi pusat pemerintahan setempat disela-sela istirahat dan waktu libur dari dunia pertanian. Karena seringnya membaca cerita "Bumi" karangan dari (Lee Kwang-Soo) seorang penulis terkemuka pada eranya membuat Chung Ju Yung terbawa imajinasi.

Dari koran tersebut pula Chung Ju Yung memiliki angan-angan dan mimpi yang tidak masuk akal bagi anak seusianya. Ia bermimpi ingin membangun jembatan layang, gedung pencakar langit, jalan bebas hambatan, dok, dan dermaga modern, serta membuat kapal tanker minyak, mobil, komputer, peralatan semikonduktor, dan berbagai mimpi lainya yang menyebabkan ia tidak tahan untuk segera belajar dan merantau ke kota.

Kabur Hingga Empat Kali 

Di dalam koran Dong-a juga terdapat kabar bahwa sedang dibangun sebuah pelabuhan di daerah Chungjin ratusan kilometer dari tempat Chung tinggal. Pada suatu hari Chung berinisiatif pergi dari kampung halaman dengan mengajak temanya menuju pelabuhan yang sedang dibangun. Harapan Chung ialah mendapatkan pekerjaan kuli bangunan disana.

Sebelum sampai di Chungjin mereka melewati Wonsan. Di Wonsan mereka mencoba untuk mencari kenalan seseorang saudara teman chung yang ia ajak bersamanaya guna mencari pertolongan dan tempat tidur sementara. Namun, hal itu sia-sia karena alamat yang ia cari tak kungjung mereka jumpai. Alhasil mereka kelaparan, kedinginan dan tidur di pinggir jalan tanpa selimut maupun alas sama sekali.

Setelah tidak mendapatkan pertolongan mereka bertekad untuk melanjutkan perjalanan ke Chungjin. Di tengah-tengah perjalanan mereka mendapat pekerjaan sebagai kuli pembuatan Rel Kreta Api. 2 bulan berjalan ayah Chung yang khawatir menemukan mereka dan menyuruhnya untuk segera kembali pulang ke kampung halaman.

Pada tahun itu  juga chung berusaha untuk meninggalkan kampung halamanya kembali tanpa sepengetahuan orang tuanya. Namun, belum jauh dari perkampungan ayahnya mengejarnya dan menyuruhnya untuk segera kembali..

Selang beberapa hari kemudian Chung Ju-Yung melihat iklan di koran itu pula tentang sekolah akunting dan dia tertarik untuk masuk sekolah tersebut. Apa daya, Chung tidak memiliki biaya untuk masuk sekolah diapun nekat mengambil uang orang tuanya dan bertekad ingin masuk sekolah tersebut. Uang yang ia curi sebesar 70 Won hasil dari penjualan sapi ayahnya.

10 April 1932 keberangkatanya menuju Seoul tanpa diketahui banyak orang. Dia pergi ke Seoul, ibu kota Korsel pada waktu malam dini hari menumpang kreta api dengan bekal seadanya. Uang yang ia bawa hanya cukup untuk membayar sekolah, membayar asrama dan sedikit untuk makan.

Di sekolah akunting tersebut Chung Ju-Yung belajar dengan sangat giat dan bersungguh-sungguh karena hanya kesempatan itulah dia bisa belajar. Setelah pulang sekolah dia kembali ke asrama dan di kamar dia menyendiri dengan buku-buku yang bacaanya tentang riwayat hidup tokoh-tokoh dunia seperti  Riwayat Napoleon, Biografi Abraham Lincoln, dan Sam Kok (Jiga Kerajaan).

Dari buku-buku yang dia baca banyak sekali pengalaman dan ilmu yang ia dapatkan terutama dalam perkembangan jiwanya sebagai seorang pemimpin. Darisitulah dia belajar kebesaran jiwa, semangat hidup dan arti perjuangan.

Karena bekalnya habis dan sudah tidak lagi memiliki apa-apa Chung Ju Yung memutuskan untuk kembali ke kampung halaman. Adapun keinginanya pulang adalah dia ingin bertemu sanak famili dan mengumpulkan dana untuk bekal berikutnya lagi.

Ketika dirumah Ayahnya begitu senang dia kembali bekerja di ladang seperti biasanya. Namun, ayahnya tidak tahu jika dia masih memendam keinginanya untuk kembali ke seolah akunting tersebut. Beberapa waktu kemudian uang sudah terkumpulkan dan dia pergi lagi tanpa ijin orang tuanya karena takut jika dilarang.

Baca SelanjutnyaKisah Sukses Pengusaha Pendiri Hyundai Bagian 2
Buka KomentarTutup Komentar