7 Cara Sukses Budidaya Ikan Mujair Media Kolam Terpal

Bagikan Ke:

Budidaya Ikan Munjair Media Kolam Terpal - Ikan mujair merupakan ikan yang hidup dia air tawar yang banyak di budidayakan masyarakat indonesia. Ikan mujair termasuk ikan dengan perkembangbiakan sangat cepat. Sekali bertelur ikan mujair dapat mencai puluhan hingga ratusan dimana seteah menetas, anak-anak ikan munjair dirawat di dalam mulut induknya hingga tiba waktunya untuk di sapih.

Ikan mujair habitat aslinya berasal dari afrika yang masih satu keluarga dengan ikan nila. Dalam bahasa ilmiah sering disebut : Oreochromis Mossambicus atau juga memiliki nama Mozambique Tilapia. Karena banyak ditemukan di pulau jawa dan diternakan oleh para peternak ikan sebagai masakan olahan khas jawa ikan ini juga di sebut "Java Tilapia".

Budidaya Ikan Mujair



Nama mujair pada ikan air tawar ini bermula dari nama seorang penemu ikan yang bernama mbah moedjair pada tahun 1939 tepatnya di sungai serang bagian selatan kota Bitar, Jawa Timur. Konon katanya ikan mujair sebelumnya hidup di air asin kemudian bermigrasi ke air tawar sungai serang yang ada di blitar dan dikembangkan oleh bapak moedjair sehingga bisa hidup di air tawar.

Saat ini banyak masyarakat indonesia mengembangbiakan ikan mujair menggunakan media kolam terpal. Selain mudah dan praktis budidaya ikan mujair media kolam terpal juga menghemat biaya dalam pembuatan kolam. Berikut kelebihan budidaya mujair menggunakan kolam terpal :
  • Mudah dalam pembersihan kolam
  • Hemat biaya pembuatan kolam
  • Mudah dalam mengganti air kolam yang sudah keruh
  • Memudahkan dalam proses panen mujair
Nah, bagaimana cara beternak ikan mujair dengan media kolam terpal ?

Berikut ini kami uraikan langkah-langkah cara membudidayakan ikan mujair dengan menggunakan terpal sebagai media kolam.

#1. Pembuatan Kolam

Dalam pembuatan media kolam pilihlah terpal yang memiliki kualitas baik. Tidak terlalu tebal tidak masalah karena ikan mujair tidak membuat lubang seperti ikan lele. Alangkah baiknya kolam ikan mujair berada di tanah gembur dekat dengan kali ataupun sawah dengan suhu 25 hingga 30 drajat celsius. Idealnya kolam ikan mujair berada di tanah yang lembab.

Untuk ukuran kolam disesuaikan dengan benih mujair yang akan di tabur. Misalkan 1000 benih dengan ukuran kolam 2 cm x 1 cm x 1 cm. Ketika mujair sudah 3 hingga 4 bulan bisa anda pindahkan ke kolam yang lebih luas, begitu juga seterusnya.
 
#2. Pemijahan Ikan Mujair

Dalam proses pemijahan ikan mujair perbandingan jantan dan betina adalah jantan 3 ekor : betina 5 ekor. Dengan harapan bertina mampu segera bertelur dengan cepat dengan ukuran kolam 4 x 5 m. Adapun tinggi air memiliki kedalaman hingga 65 cm. Usahakan kolam tempat pemijahan sudah terdapat lumpur halus dibawahnya. Endapan lumpur yang ada dibawah kolam sebagai tempat bertelur indukan betina.

Telur yang telah dimasukan sarang atau lubang akan di masukan mulut sang betina guna melindungi pemangsa atau hama sepeti katak dan ular. Baru kemudian setelah beberapa hari setelah menetas anakan munjair akan di keluarkan dari mulut munjair betina. Untuk tahap tersebut benih mujair belum bisa di ambil dikarenakan belum disapih oleh induknya. 

Benih mujair yang bisa diambil adalah benih dengan kurun waktu 2 minggunan biasanya ikan sudah disapih dan tidak lagi tinggal di mulut induknya. Waktu tersebut adalah waktu yang tepat untuk mengambil benih mujair.

#3. Penebaran Benih Mujair 

Untuk proses penebaran ikan mujair yang di lakukan adalah mengambil ember yang besar atau wadah apapun yang dapat menampung ikan mujair yang akan di masukkan kolam. Isilah ember tersebut dengan air kolam terpal yanga akan dijadikan tempat budidaya. Biarkan selama 30 menit baru kemudian masukkan kedalam kolam. Hal tersebut berfungsi untuk menghinadari stress pada ikan mujair. 

Untuk idealnya jika ingin menghasilkan ikan mujair dengan kualitas terbaik  pilihlah benih yang sehat dan gesit tanpa cacat dengan ukuran idela  8 hingga 12 cm atau berat ikan  ±15-20 gram/ekor.

#4. Pemberian Pakan Ikan Mujair 

Untuk pemberian pakan pada ikan mujair bisa anda berikan pakan buatan seperti dedak dan tepung ikan yang di campur dengan jagung yang telah ditumbuk manual. Atau makanan seperti potongan sayuran atau kangkung. Mengingat ikan mujair sangat lahap dan memiliki perkembangan cepat lebih dianjurkan diberikan pakan alami. Selain bepengaruh terhadap rasa daging mujair pemberian pakan alami juga menghemat biaya produksi.
 
#5. Sanitasi Air Kolam

Berbeda dengan ikan lele, ikan mujair tidak terlalu suka hidup di air yang terlalu keruh sehingga sanitasi air perlu diperhatikan. Ketika air sudah terlihat sangat keruh alangkah baiknya air diganti dengan cara di kuras menggunakan ember. Jika disedot di khawatirkan ada beberapa telur maupun benih yang tersedot dan akhirnya hanyut. Menggunakan ember adalah solusi yang tepat untuk menguras kolam mujair. 

Namun, untuk menguras kolam jangan sampai sedimen lumpur cukup sampi air dengan ketinggian 20-25 cm saja. Atau jika anda ingin menggunakan metode sedot sebelumnya berilah saringan terlebih dahulu agar ikan mujair tidak lepas. Untuk proses pengurasan diharuskan untuk berhati-hati karena ikan mujair bisa mengalami stress dan mati.

Selanjutnya kontrol ketinggian air, jangan sampai air telalu dangkal seperti di musim kemarau. Tambahkan air secukupnya hingga sesuai dengan jumlah ikan. Jangan pula terlalu penuh dalam mengisi air dikarenakan serangan hama seperti kucing dan musang atau ikan yang loncat dari kolam.

#6. Menghindari Hama atau Penyakit Ikan Mujair

Hama pada ikan mujair yang paling utama adalah human error. Pencurian maupun ulah anak-anak kecil menyebabkan ikan mati maupun kolam menjadi rusak/bedah. Pemangsa seperti katak juga perlu diwaspadai karena sering memakan mujair yang masih anakan, maka dari itu sediakan penyerok panjang ketika ada katak ataupun hama lainya langsung bisa di buang.

Untuk penyakit pada ikan mujair anda bisa memberikan antibiotik yang dicampurkan kedalam kolam. Biasanya kadar antibiotik haruslah sesuai dengan perbandingan jumlah liter air yang ada dikolam. Untuk mengetahui ukuran perbandingan anda bisa bertanya pada penjual antibiotik ikan mujair.
 
#7. Pemanenan Ikan Mujair

Jika ikan sudah memiliki ukuran cukup besar dengan usia 5 hingga 6 bulan. Ikan mujair bisa langsung dipanen. Namun, jika anda tidak sabar untuk segera memanen, pada usisa 3-4 bulan ikan bisa anda sortir untuk dipilih mana yang layak untuk di panen. Untuk yang masih kecil ikan bisa di kembalikan ke kolam untuk dipelihara kembali.

Jangan lupa setelah panen, carilah indukan dengan kualitas terbaik untuk proses pemijahan selanjutnya. Dalam proses pemilihan indukan adalah sebagai berikut :
  • Carilah indukan yang gesit dan sehat
  • Jantan : Pada sekita lubang urine terdapat 2 lubang dengan ujung warna sirip kemerah-merahan dan warna lebih gelap
  • Betina : Pada bagian urine terdapat 3 lubang dengan ujung sirip bewarna pucat dan dada yang tidak terlalu merah atau terang.
Selamat mencoba, demikian ulasa mengenai budidaya ikan mujair. Terimakasih anda telah membaca artikel usaha tentang 7 cara budidaya ikan mujair di kolam terpal Semoga bermanfaat untuk anda para pemula yang hendak mebudidayakan ikan mujair.

Bagikan Ke:

Usaha Budidaya

Tulis Komentar: